}

Selasa, 01 Agustus 2017

Bagaimana rasanya 'ketindihan'?

Kemarin malam aku ketindihan! Ya Allah.. tapi aku tidak yakin 100% kalau itu adalah fenomena 'kentindihan'. Mungkinkah itu hanya sleep paralyze?

Jadi ceritanya aku adalah anak tunggal. Umurku saat ini 20 tahun. Ayahku ditugaskan untuk kerja ke pulau Sulawesi. Ayahku berangkat ke Sulawesi pada bulan Februari 2017. Selama menetap sendirian disana ayahku juga tidak betah tinggal di beberapa kontrakan atau kost, jadi sudah beberapa kali ayahku pindah tempat tinggal karena di ganggu setan! Kadang telinganya seperti ditiup angin padahal ayahku tidak menyalakan AC atau kipas angin. Dan suatu hari ayahku juga ketindihan!

Hal ini membuat ibuku ingin segera pindah ke Sulawesi dan ikut bersama ayahku agar bisa saling menjaga. Nah aku? Aku di tinggal di Surabaya sendirian, karena aku kuliah di Surabaya sini. Alah.. bagiku tinggal dirumah sendirian itu sudah biasa, selama ini aku menerapkan motto "Rumahku, Istanaku!". Pokoknya ini istanaku! Daerah kekuasaanku! Kerajaanku! Aku selalu nyaman tinggal dirumahku. Aku cinta rumahku. Aku tidak pernah memikirkan hal-hal yang aneh, karena aku berpikir kalau disekitarku banyak manusia. Aku punya banyak tetangga dan aku hidup di kampung yang padat penduduk. Aku dan tetanggaku hanya terbatas oleh tembok.. toh kalau di pikir-pikir jarakku dan tetangga sampingku saat ini mungkin cuma 2 meter, dan kita hanya dibatasi oleh tembok rumah!

Awalnya aku merasa sah-sah saja di tinggal oleh kedua orangtuaku pergi ke Sulawesi, itung-itung agar aku bisa hidup mandiri dirumah. Toh, ada rumah nenekku yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari rumahku. Jadi aku bisa kapan saja main kesana kalau aku kesepian dirumah.

Nah, setelah hari raya ibuku mulai pindah ke Sulawesi. Aku ikut liburan ke Sulawesi selama 2 minggu disana. Selama aku liburan ada budheku yang datang ke rumahku 2 hari sekali untuk membersihkan rumah atau menyiram tanaman.

Setelah aku kembali dari Sulawesi dan memulai hidup baru sendirian dirumah, kok aku merasa asing dengan rumahku sendiri ya? Ada apa ini?
Entah kenapa hawa-hawanya itu asing banget! Padahal cuma aku tinggal selama 2 minggu liburan ke Sulawesi kok rasanya sudah lama banget aku ninggal rumahku.

Padahal sudah bertahun-tahun aku tinggal disini semenjak aku masih belum sekolah hingga sudah kuliah. Kok rasanya beda ya.. ah mungkin cuma perasaanku saja.

3 minggu berlalu.. aku masih tetap merasa asing dengan rumahku sendiri. Dimana rasaku yang dulu? Yang sangat mencintai rumahku sendiri? Yang sangat mencintai kamar tidurku? Kenapa hatiku ini?

Senin, 31 Juli 2017. Aku tidur jam 10 malam.
Kemudian pada jam 12 malam aku terbangun karena ingin ke kamar kecil.
Setelah itu aku mencoba untuk kembali tidur, tapi tidak bisa. Entah ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan saat itu.
Aku mencoba untuk konsentrasi kembali tidur. Aku mencoba tidur terlentang dan memejamkan mata. Tapi, aku masih dalam keadaan sadar.
Tiba-tiba badanku terasa kesemutan, bahasa jawanya 'geringgingen'. Terasa dingin dari ujung kaki menjalar ke tubuh serasa pakai AC. Aku mencoba untuk melek membuka mataku. Lho? Kok berat? Aku bisa melek sebentar, cuma 1 detik.. rasanya seperti otot-otot dimataku harus menutup gitu..
Dan badanku rasanya seperti ada yang menindih.. kadang terasa berat, kadang terasa ringan.. aku takut..

Badanku dingin.. kesemutan.. aku tidak bisa bergerak.. ada yang menindihku..
Dalam hati aku mencoba untuk membaca Ayat Kursi dan An-Nas secara perlahan.. aku masih dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar.. apakah ini mimpi? aku bingung.. aku takut.. tapi aku merasa lucu.. perasaan ini campur aduk!

Aku bertanya dalam hati, apakah ini yang disebut ketindihan? Aku tidak percaya! Mungkin aku hanya kurang darah karena memang aku punya anemia. Tapi kenapa rasanya seperti ditindih begini? Tidak-tidakkk! Ini cuma gejala anemia atau sleep paralyze! Ah lucunya.. aku sempat berpikir kalau ini lucu sekali! Kenapa ada fenomena seperti ini dan terjadi kepadaku pula! Haha.. biasanya aku mendengar cerita ini dari keluarga atau temanku dan aku tidak pernah mempercayai cerita tentang 'ketindihan', ini hanya hayalan!

Aku tetap percaya kalau ini hanya gejala anemia! Aku anemia dan kecapekan. Jadi efeknya aku kesemutan dan mungkin ini jantungku yang sesak jadi serasa seperti ditindih. Aku tidak bisa melek mungkin karena aku sedang konsentrasi untuk tidur, jadi mataku sedang berusaha untuk merem.

Yap, malam itu aku berusaha menghibur diri dengan berpikir secara logis. Mencoba menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Aku dalam kondisi 'ketindihan' seperti ini hanya dalam hitungan menit. Setelah aku membaca Ayat Kursi dan An-Nas aku mencoba menggerakkan jari tanganku dan jari kakiku, karena ibuku pernah ketindihan dan katanya kalau ketindihan jangan langsung gerak, bakalan susah.. harusnya gerakin jari-jari dulu.. dan akhirnya aku bisa bergerak! Seketika aku tidur menghadap ke kanan! Aku tidak mau tidur terlentang lagi! Aku takut :')

Selasa, 1 Agustus 2017. Akhirnya aku tidak berani tidur dirumah sendirian. Aku memilih untuk mengungsi kerumah nenekku. Aku masih trauma. Setiap hari aku mencoba untuk mencintai rumahku kembali, tapi.. entah ada apa dengan perasaanku ini.. maafkan aku rumahku.. :')


1 komentar: